Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Disadari atau tidak, menjaga organ reproduksi semestinya adalah kewajiban setiap wanita. Mengingat melalui alat reproduksi inilah seorang wanita dapat memastikan kelangsungan keturunannya. Perhatian terhadap alat reproduksi secara umum dimaksudkan agar terhindar dari penyakit sekaligus supaya kehidupan seks seorang wanita berjalan secara normal dan membahagiakan. Oleh karenanya penting menjaga kesehatan reproduksi mulai dari langkah-langkah yang sederhana. Beragam penyakit yang berbahaya dapat mengancam sistem reproduksi wanita. Sebut saja salah satunya adalah ancaman HIV terutama bagi yang tidak peduli terhadap keamanan dalam berhubungan intim. Wanita yang melakukan hubungan badan di usia kurang dari 18 tahun juga berisiko tinggi terkena kanker serviks, yang berdasarkan data merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita.

Pola hidup tidak seimbang yang banyak dianut wanita modern melalui kebiasaan yang tidak sehat juga disinyalir akan meningkatkan risiko penyakit organ reproduksi. Kebiasaan tersebut meliputi konsumsi minuman beralkohol, merokok, dan menyukai jenis makanan cepat saji. Begitu pula dengan pemakaian obat-obatan yang dimaksudkan untuk menahan kelahiran dalam kurun waktu lebih dari lima tahun. Akan tetapi tingkat kerentanan wanita terkena penyakit organ reproduksi tentu dapat diminimalkan. Selain itu dengan menjaga kesehatan reproduksi maka aktivitas seks yang Anda lakukan bersama pasangan akan lebih terjamin dari sisi keamanannya. Secara medis pun sistem reproduksi yang sehat akan mendukung terjadinya kehamilan serta proses persalinan secara normal.

kesehatan reproduksi

Berikut ini kebiasaan yang harus dipraktikan agar organ reproduksi tetap sehat serta dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pertama, jagalah kebersihan vagina dengan selalu membersihkannya setelah aktivitas buang air kecil atau besar. Sebaiknya hindari pemakaian tisu basah yang mengandung pewangi dan gunakan air bersih. Caranya yaitu membasuh vagina dari depan ke arah belakang. Jika Anda menggunakan sabun pembersih, konsultasikan pada dokter produk mana yang sesuai. Karena pemakaian sabun pembersih sembarangan justru akan menimbulkan iritasi pada kulit vagina dan memicu rasa gatal dan kering. Kesehatan reproduksi meliputi pula bagaimana Anda merawat vagina dalam masa datang bulan. Pastikan Anda sering mengganti pembalut ketika sudah terasa penuh agar faktor kebersihan tetap terjaga terutama di hari-hari pertama menstruasi.

Dan kebiasaan sederhana yang sangat berdampak terhadap keadaan organ reproduksi wanita adalah menghindari cara membersihkan bagian dalam vagina dengan memasukkan jari atau yang biasa disebut douching. Aktivitas tersebut malah akan membuat iritasi dan vagina justru kehilangan bakteri yang bersifat baik. Kemudian biasakan membersihkan organ vital sebelum melakukan aktivitas seksual dengan pasangan. Begitu pula ketika selesai berhubungan badan, bersihkan dan untuk mengurangi risiko infeksi yang mungkin terjadi pada kandung kemih, biasakan buang air kecil kira-kira setengah jam usai aktivitas seksual tersebut. Guna menjaga kesehatan reproduksi, setiap wanita sangat dianjurkan untuk rutin mengganti celana dalam minimal sebanyak dua kali sehari.

Jika Anda sering mengalami keputihan, segera atasi dengan cara yang aman dan jangan menggunakan panty liner sepanjang hari. Pasalnya penggunaan panty liner dalam jangka waktu terlalu lama akan menyebabkan vagina lembab dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri. Kenali tanda-tanda keputihan yang terjadi untuk meyakinkan apakah keputihan itu termasuk normal atau justru merupakan gejala dari penyakit berbahaya. Kesehatan reproduksi pada wanita juga sangat bergantung pada jenis bahan makanan yang dikonsumsi, jadi mulai sekarang perhatikan pola makan yang menganut nutrisi seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *